Ketua Kwarcab Maros Raih Lencana Melati di Hari Pramuka

BERITA, NASIONAL222 Dilihat

Gerakan Pramuka genap berusia 65 tahun pada 2026. Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana, yang berarti jiwa muda yang suka berkarya.

Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal di Indonesia menyelenggarakan pendidikan kepanduan guna membentuk kepribadian yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, dan peduli terhadap tanah air.

Di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tercatat ada sekitar 7.000 anggota Pramuka dari berbagai tingkatan.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Maros, Muetazim Mansyur, mengatakan anggota tersebut berasal dari golongan siaga, penggalang, penegak hingga pembina.

“Yang terdaftar sekitar 7.000-an, mulai dari siaga, penegak, penggalang dan pembina,” katanya, melalui media, Jumat  14 Agustus 2026.

Wakil Bupati Maros itu mengatakan, momentum Hari Pramuka ke-65 diharapkan menjadi pengingat pentingnya gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, Pramuka harus terus berkarya dan membentuk jiwa anak muda yang mandiri, cinta tanah air dan bangsa.

“Semoga di hari jadi yang ke-65 ini Gerakan Pramuka tetap semakin berkarya dan terus melakukan pembentukan karakter jiwa anak muda yang mandiri, cinta tanah air dan bangsa,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perhubungan, dan Pertanahan (PUTRPP) itu mengatakan, anggota Pramuka juga harus tetap berpegang teguh pada Dasa Darma Pramuka.

Nilai-nilai tersebut di antaranya disiplin, bertanggung jawab, gotong royong, serta mencintai alam dan negara.

Untuk memperingati Hari Pramuka sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan RI, seluruh Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Maros juga menggelar kemah bakti.

“Kemah bakti dilaksanakan di 14 kecamatan diikuti anggota dari seluruh tingkatan,” jelasnya.

Ia menyebut perkembangan jumlah anggota Pramuka di Maros cenderung bertambah. Sebab, basis terbesar anggota Pramuka berasal dari sekolah, mulai tingkat SD hingga SMA.

“Kalau anggota tidak bisa dipastikan berkurang, justru bertambah karena anggota terbesarnya dari sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD sampai SMA,” katanya.

Terkait tantangan Pramuka di tengah perkembangan teknologi dan era digital, Muetazim menilai gerakan tersebut tetap relevan.

Ia mengibaratkan Pramuka seperti pohon kelapa yang dapat tumbuh di mana saja dan mampu bertahan di berbagai zaman.

“Saya kira tidak ada tantangan, karena Pramuka ibarat kelapa, dapat tumbuh di mana saja dan di era apa pun tetap eksis,” ujarnya.

Ia menhelaskan, Pramuka juga memiliki pedoman pengajaran yang sudah baku. Sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, siswa memiliki ruang untuk memilih seberapa serius mengikuti kegiatan tersebut.

“Karena dia ekstrakurikuler, mau tidak mau pasti ikut, tinggal siswanya saja mau serius atau tidak. Pedoman pengajarannya sudah baku,” katanya.

Peringatan Hari Pramuka tahun ini juga terasa istimewa bagi Kwarcab Maros. Sebab, perayaan tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.

Sebanyak 58 anggota Pramuka asal Maros, diutus mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur.

Kontingen Maros tersebut terdiri atas siswa tingkat SMP yang merupakan hasil seleksi dari 14 kecamatan.

Selain peserta, tujuh orang pendamping juga turut mendampingi kontingen Maros selama kegiatan berlangsung.

“Ini yang membuat tahun ini istimewa karena bersamaan dengan Jamnas XII,” tutupnya.

Dalam kegiatan lima tahunan itu, Muetazim berhasil mendapatkan penghargaan Lencana Melati.

Lencana Melati adalah tanda penghargaan tingkat menengah dalam kelompok Lencana Jasa yang dianugerahkan kepada anggota dewasa atau orang luar yang berjasa besar bagi perkembangan kepramukaan.

Sementara itu, salah saru guru pembina Pramuka di SD Mamampang mengatakan antusiasme siswa mengikuti kegiatan perkemahan begitu tinggi.

Total ada 21 siswa yang ikut berkemah bersama selama lima hari, sejak Kamis 13 Agustus 2026. Tak hanya siswa, antusiasme orang tua juga nampak terlihat.

“Antusiamenya jangan diragukan, belum ada tanda-tanda perkemahan saja, mereka sudah bersiap bahkan mama dan bapaknya juga ikut berkemah,” sebutnya.

Dalam acara perkemahan tersebut, terdapat rangkaian perlombaan seperti lomba seni, olahraga hingga keagamaan. (**)

DPRD Kabupaten Maros

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *