Chaidir Syam Ungkap Tantangan Maros di HUT 81 Kemerdekaan RI

BERITA, RAGAM163 Dilihat

Pemerintah Daerah Kabupaten Maros mengelar upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Pallantikang, Kompleks Kantor Bupati Maros, Senin  17 Agustus 2026.

Upacara peringatan digelar di Lapangan Pallantikang sekitar pukul 09.30 Wita.

Bupati Maros, Dr. H.A.S Chaidir Syam SIP MH bertindak sebagai inspektur upacara, sementara Ketua DPRD Maros, Dr. M. Gemilang Pagessa, STrSos MSi membacakan naskah Proklamasi.

Sebanyak 72 anggota Paskibraka bertugas mengibarkan bendera Merah Putih. Pengibaran berlangsung lancar dan diakhiri dengan formasi angka 81.

Upacara berlangsung sekitar satu jam dan berakhir pukul 10.34 Wita.

Chaidir Syam mengatakan peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memastikan program pembangunan berjalan dan memberi dampak bagi masyarakat.

“Tantangan kita yang paling utama adalah bagaimana kita terus memberikan support dan dukungan untuk pencapaian program-program dari Bapak Presiden yang kita cintai, Bapak Prabowo Subianto, untuk program-program Asta Cita,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan pengangguran dan dampak kemarau menjadi tantangan yang masih dihadapi Pemerintah Kabupaten Maros di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya menekan angka pengangguran yang saat ini mencapai sekitar 8.295 orang.

Di antara langkah yang ditempuh yakni memperluas pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi masyarakat usia produktif.

“Kita sudah mendapatkan support dari beberapa LPK untuk program pengiriman tenaga kerja ataupun juga membuat mereka bisa terampil,” ujar Chaidir.

Pemkab Maros juga menggandeng Balai Tenaga Kerja di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep.

Dari berbagai program tersebut, hampir 5.000 pemuda dan pemudi Maros disebut telah mengikuti pelatihan dan dipersiapkan memasuki dunia kerja.

“Kita sudah mencetak hampir sekitar 5.000-an pemuda-pemudi Maros yang siap kerja,” katanya.

Menurutnya, peningkatan keterampilan menjadi penting karena kebutuhan industri terhadap tenaga kerja kini semakin spesifik.

Terlebih, sejumlah investasi mulai masuk ke Kabupaten Maros dan membutuhkan pekerja dengan kompetensi tertentu.

“Beberapa investasi masuk di beberapa program di Kabupaten Maros dan beberapa tempat, dia menginginkan tenaga kerja yang punya keterampilan, punya keahlian,” ujarnya.

Selain diarahkan memasuki dunia kerja, anak muda juga didorong menciptakan lapangan usaha secara mandiri. Pemkab Maros, antara lain, memberikan pelatihan di bidang usaha kafe dan berbagai keterampilan lainnya.

Di sisi lain, kondisi kemarau juga menjadi perhatian Pemkab Maros.

Chaidir Syam menyebut wilayahnya tengah menghadapi kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.

“Kalau tantangan musimnya, ya sekarang lagi El Nino, kemarau. Jadi mudah-mudahan kita bisa hadapi secara bersama,” katanya.

Menurutnya, menghadapi persoalan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan, termasuk dalam penanganan kemiskinan.

Pemkab Maros terus menjalankan program bantuan dan pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui Program Keluarga Harapan (PKH).

Warga yang dinilai telah mampu keluar dari kondisi miskin akan menjalani proses graduasi dari program tersebut. Namun, sebelum graduasi, pemerintah memberikan pelatihan dan dukungan modal agar penerima manfaat memiliki kemampuan untuk mandiri secara ekonomi.

“Semua secara multistakeholder, seluruh terlibat. Baik program-program PKH, kemudian terjadi graduasi,” ujarnya.

Persoalan tersebut menjadi bagian dari refleksi Pemkab Maros dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.  (**)

DPRD Kabupaten Maros

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *