Dramatis Perjuangan Damkar Maros Selamatkan Pekerja Terjepit Beton

BERITA, PERISTIWA227 Dilihat

Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Maros kembali melakukan aksi penyelamatan yang cukup menegangkan pada Rabu  24 Juni 2026.

Seorang pekerja bangunan bernama Dedi Dermawan (38) berhasil dievakuasi setelah lehernya terjepit beton teras rumah yang sedang dikerjakan di Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros.

Kepala Bidang Pencegahan Damkar dan Penyelamatan Maros, Baso Tajong yang didampingi Humas Damkar dan Penyelamatan Maros, M. Ilham Halim Syah, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 14.12 Wita. Tim rescue kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 15.07 Wita.

Insiden bermula saat korban sedang mengerjakan teras rumah. Tiba-tiba beton bagian atas teras roboh dan menghimpit bagian leher korban sehingga korban tidak dapat bergerak.

“Kemungkinan cornya masih baru, tetapi penyangganya sudah dilepas sehingga rubuh,” ujarnya.

Proses evakuasi berlangsung dramatis karena bagian tubuh yang terhimpit merupakan area vital. Tim penyelamat tidak dapat langsung menghancurkan beton begitu saja karena jarak antara beton dan tubuh korban sangat sempit.

“Jarak antar beton dan tubuh korban sangat sempit sehingga harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” jelasnya.

Setelah melakukan asesmen, proses evakuasi dimulai pada pukul 15.08 Wita. Personel Damkar menghancurkan sebagian dinding rumah sedikit demi sedikit menggunakan palu agar tubuh korban dapat ditarik keluar dengan aman.

Sementara itu, sebuah alat berat ekskavator yang berada di lokasi digunakan untuk menahan beton agar tidak bergerak selama proses penyelamatan berlangsung.

“Kami menggunakan palu untuk menghancurkan dinding, sedangkan ekskavator menahan beton di atas korban,” katanya.

Evakuasi akhirnya selesai pada pukul 15.46 Wita. Korban berhasil diselamatkan dalam keadaan sadar dan hanya mengalami luka lecet pada bagian bahu akibat tergesek beton.

“Alhamdulillah korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Hanya mengalami luka lecet di bagian bahu,” ungkapnya.

Dalam operasi penyelamatan tersebut, Damkar Maros mengerahkan dua armada dan 14 personel rescue untuk membantu proses evakuasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Maros, Jufri, mengapresiasi kesigapan seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut.

Menurutnya, keberhasilan penyelamatan korban tidak lepas dari kerja sama tim di lapangan serta penerapan metode evakuasi yang tepat dan penuh kehati-hatian.

“Alhamdulillah korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Ini menunjukkan kesiapsiagaan personel Damkar Maros dalam menangani berbagai kondisi kedaruratan, termasuk penyelamatan yang membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian tinggi,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para pekerja konstruksi agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja, khususnya saat melakukan pengecoran maupun pembongkaran penyangga bangunan.

“Keselamatan kerja harus menjadi prioritas. Pastikan kondisi struktur bangunan benar-benar aman sebelum penyangga dilepas untuk menghindari kejadian serupa,” tutupnya. (**)

DPRD Kabupaten Maros

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *