Kebakaran Lahan Alami Peningkatan, Damkar Maros Ingatkan Warga Waspada Kebakaran

BERITA, PERISTIWA169 Dilihat

BERITAMAROS.MY.ID – Kejadian kebakaran lahan di Kabupaten Maros mengalami peningkatan sepanjang 2026.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Maros mencatat sedikitnya 171 kejadian kebakaran lahan telah ditangani sejak Januari hingga September 2026.

Kasi Sarpras dan Informasi Damkarmat Maros, M Ilham Halim Syah, mengatakan luas lahan yang terbakar hingga September 2026 mencapai 293,98 hektare.

Menurutnya, peningkatan mulai terlihat memasuki pertengahan tahun. Pada April 2026, tercatat satu kasus kebakaran lahan. Jumlahnya kembali meningkat pada Juni dengan satu kasus, kemudian melonjak menjadi 16 kasus pada Juli.

Pada Agustus, jumlah kasus kebakaran yang tercatat Damkarmat Maros sebanyak 104 kasus. Sementara awal September tercatat 49 kasus kebakaran.

“Sudah ada sedikitnya 171 kebakaran lahan yang terjadi dalam sembilan bulan terakhir,” ujarnya.

Sebagian kebakaran lahan dipicu kondisi kering dan cuaca panas yang membuat rumput, semak belukar, pepohonan, serta vegetasi lainnya mudah terbakar.

Selain faktor cuaca, sejumlah kejadian juga diduga terjadi akibat kelalaian pemilik atau penggarap lahan, terutama saat melakukan aktivitas di area persawahan.

Karena itu, warga diimbau agar selalu waspada kebakaran, tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih tanpa pengawasan.

Warga juga diminta tidak membakar sampah maupun tumpukan material kering secara sembarangan, khususnya di sekitar lahan yang rawan terbakar.

Ada beberapa kasus akibat kelalaian pemilik atau penggarap lahan, terutama di lahan sawah.

“Masyarakat diimbau tidak membakar lahan, apalagi jika tanpa pengawasan. Juga tidak membakar sampah atau tumpukan sampah secara sembarangan, terutama di sekitar lahan atau kawasan yang memiliki banyak material kering,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Damkarmat Maros, M Jalaluddin Roem Nurdin, mengatakan pihaknya telah menyiagakan armada dan personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebanyak 12 unit armada dan 201 personel disiagakan untuk mendukung penanganan kebakaran. Penanganan dilakukan melalui respons cepat dan mobilisasi armada ke lokasi kejadian.

Petugas juga menerapkan teknik pemadaman darat dan basah serta berkolaborasi dengan aparat terkait, relawan, dan masyarakat.

Selain penanganan saat terjadi kebakaran, Damkarmat Maros juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan.

“Mari bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan cara tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama puntung rokok yang masih menyala, segera laporkan jika melihat asap dan api, serta menjaga kelestarian lingkungan,” paparnya.

Damkarmat Maros menegaskan komitmennya memberikan pelayanan yang cepat, tanggap, dan profesional dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. (*Sumber: Tribun Timur)

DPRD Kabupaten Maros

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *