Jalur Pendakian Bulu Saukang Maros Ditutup Sementara

Tim Damkarmat Maros Padamkan Dua Titik Api di Pos 5

BERITA, RAGAM536 Dilihat

BERITAMAROS.MY.ID —  Jalur pendakian Bulu Saukang di Desa Benteng Gajah Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, ditutup sementara.

Penutupan dilakukan pascakebakaran yang melanda kawasan tersebut pada Ahad malam, 6 September 2026

Camat Tompobulu, Hamril Ilham, mengatakan seluruh jalur pendakian untuk sementara tidak diperbolehkan dilalui pendaki.

“Semua jalur dulu ditutup. Karena tidak boleh dulu ada yang masuk, jangan sampai masih ada bara api di atas,” katanya kepada media, Rabu 9 September 2026.

Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah pendaki masuk ke kawasan yang masih berpotensi terdapat bara api.

Ia mengatakan pengelolaan kawasan pendakian tersebut dilakukan oleh kelompok masyarakat setempat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Sementara itu, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Maros menerima laporan warga yang melihat adanya asap di kawasan Bulu Saukang.

Tim Damkarmat Maros kemudian melakukan penyisiran dan ditemukan dua titik api di sekitar Pos 5 Bulu Saukang.

Humas Damkarmat Maros, M. Ilham Halim Syah, mengatakan penyisiran dilakukan setelah pihaknya menerima laporan adanya kepulan asap dari kawasan Pos 5, pada Selasa malam, 8 September 2026.

“Untuk merespons laporan itu, kita lakukan penyisiran dengan menurunkan 18 personel. Tim kemudian bergerak naik menuju Pos 5,” ujarnya.

Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan dua titik api di jalur berbatu dan di antara rerumputan kering. Lokasi titik api tersebut berada tidak jauh dari kawasan yang sebelumnya terbakar.

“Dari penyisiran itu ternyata memang kita menemukan titik api di jalan-jalan batu di antara rumputan kering, di dekat area yang pernah terbakar hebat beberapa hari sebelumnya,” jelasnya.

Petugas kemudian langsung melakukan pemadaman terhadap dua titik api tersebut. Pemadaman dilakukan menggunakan jetshooter dan tas air yang dibawa petugas dari bawah.

Setelah api dipadamkan, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

Berdasarkan pemantauan tim Damkarmat Maros, area yang terbakar sekitar 2 hektaredi di sekitar Pos 5, namun luas yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 7 hektare.

Terkait penyebab kebakaran, Damkarmat Maros masih melakukan pendalaman. Namun, dugaan sementara api dapat berasal dari aktivitas pengunjung, seperti puntung rokok atau sisa api yang tidak dipadamkan dengan sempurna.

Damkarmat Maros mengimbau masyarakat dan pendaki untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. Masyarakat juga diminta tidak menyalakan api di kawasan hutan maupun gunung.

Serta mengingatkan kewaspadaan perlu ditingkatkan karena kondisi vegetasi di kawasan tersebut cukup kering sehingga mudah terbakar. (**)

DPRD Kabupaten Maros

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *