Seorang Remaja Tenggelam di Sungai Maros

BERITA, PERISTIWA270 Dilihat

BERITAMAROS.MY.ID – Seorang remaja, Muhammad Raja Al Islami (17), ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Maros, tepatnya di bawah Jembatan Tua di samping Polres Maros, Ahad 6 September 2026.

Korban dilaporkan tenggelam saat mandi-mandi bersama tiga orang temannya di sungai tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Maros, Towadeng mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 09.50 Wita.

“Pada hari ini kami telah menerima laporan tadi pada pukul 09.50. Kami menerima laporan dari pihak Kepolisian bahwa ada kejadian orang tenggelam di jembatan Polres Maros,” ujarnya.

Ia menjelaskan, korban bersama tiga temannya sebelumnya jogging pada Minggu pagi.

Setelah jogging, mereka kemudian menuju sungai untuk mandi-mandi.

Aktivitas tersebut diduga sempat direkam oleh salah seorang teman korban menggunakan kamera ponsel.

Berdasarkan informasi yang beredar, korban kemudian melompat ke sungai bersama seorang temannya.

Namun, korban diduga mengalami kram atau kondisi lainnya sehingga tidak kembali muncul ke permukaan.

Temannya yang berada di sungai sempat berusaha memberikan pertolongan.

Namun, saat proses penyelamatan berlangsung, sebuah perahu melintas dan menimbulkan gelombang.

Akibat hempasan gelombang tersebut, upaya pertolongan terhenti dan korban kembali terlepas.

“Dia berusaha untuk menolong, tetapi pada saat yang bersamaan ada perahu yang lewat sehingga dihempas oleh ombak dan terlepas. Kemudian dia berusaha naik ke atas untuk menyampaikan kepada warga,” jelasnya.

Ia mengatakan, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 08.00 Wita, atau sekitar satu jam sebelum laporan diterima BPBD.

Setelah menerima laporan, BPBD Maros langsung menuju lokasi dan mengerahkan satu unit perahu bermesin untuk melakukan pencarian.

Pencarian melibatkan tim gabungan, dari BPBD Maros, Tim Rescue Damkar Maros, SAR Maros, keluarga korban, serta masyarakat sekitar.

Dalam proses pencarian, BPBD Maros mengerahkan enam personel dan Damkar Maros lima personel.

Tim melakukan penyisiran hingga penyelaman di dasar sungai. Sekitar pukul 11.10 Wita, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Pada pukul 11.10 Wita, kita menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi memakai ambulans ke Rumah Sakit La Palaloi,” ungkapnya.

Korban ditemukan sekitar 10 hingga 15 meter dari titik awal dirinya dilaporkan tenggelam.

Menurutnya, kondisi air Sungai Maros saat kejadian sedang surut.

Kondisi tersebut cukup membantu tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian dan proses evakuasi korban.

“Pada saat tadi kejadian, air sungai lagi surut, sehingga alhamdulillah itu cukup memudahkan kami untuk mengevakuasi dan melakukan pencarian,” tuturnya.

Seorang teman korban, Adnan, mengatakan, aktivitas korban bersama teman-temannya sempat disiarkan secara langsung melalui TikTok.

Saat kejadian Raja bersama Farel dan Hilal sedang menyelam ke dasar sungai. Ketiganya saat itu berada di sungai bersama dua teman lainnya, yakni Adnan dan Rangga.

Musibah terjadi ketika sebuah perahu melintas di sungai. Perahu tersebut menimbulkan gelombang yang membuat korban dan temannya terseret.

“Korban terseret ombak saat perahu melintas. Saat terseret, korban meminta tolong. Farel dan Hilal kembali berenang untuk menyelamatkan Raja,” ungkapnya.

Namun, upaya pertolongan tersebut tidak berjalan lancar. Terjadi aksi tarik-menarik ketika Raja panik saat berusaha diselamatkan.

Kondisi tersebut membuat korban akhirnya terlepas dan tenggelam ke dasar sungai. (**)

 

 

DPRD Kabupaten Maros

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *