Unhas Utus 327 Mahasiswa untuk KKN Tematik di Maros

BERITA, RAGAM306 Dilihat

Sebanyak 327 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kabupaten Maros.

KKN adalah program wajib di perguruan tinggi yang memadukan Tri Dharma, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Tujuannya untuk mengidentifikasi dan membantu memecahkan masalah pembangunan, ekonomi, pendidikan, atau kesehatan menggunakan ilmu yang dipelajari.

Mahasiswa Unhas akan menjalani KKN mulai 2 Juli hingga 18 Agustus 2026.

Berdasarkan data QS World University Rankings, Unhas masuk jajaran 51–900 terbaik di dunia dan menempati 10 besar terbaik di Indonesia.

Kampus yang diambil dari nama Raja Gowa sekaligus Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin yang berdiri sejak 10 September 1956 itu tercatat memiliki 30 ribuan mahasiswa aktif.

Kedatangan mahasiswa KKN Unhas disambut langsung oleh Bupati Maros, Chaidir Syam di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Kamis  2 Juli 2026.

Mahasiswa KKN kompak mengenakan rompi perpaduan warna merah dan hitam dengan lambang Unhas di dada sebelah kiri. Ratusan mahasiswa tersebut tersebar di 14 kecamatan.

Data dari Badan Pusat Statistik, Kabupaten Maros memiliki 80 desa dan 23 kelurahan yang tersebar di 14 kecamatan. Dengan total penduduk 420.433 jiwa pada tahun 2025.

Dosen Pembimbing KKN Unhas wilayah Maros, Andi Lukman Irwan menyebutkan mahasiswa tersebut berasal dari 14 fakultas dan didampingi 14 dosen pembimbing.

Ia menyebutkan terdapat lima jenis KKN tematik pada gelombang 116 ini. Diantaranya, KKN tematik Pemberdayaan Desa, KKN tematik Perubahan Iklim, KKN tematik Keterbukaan Informasi Publik, KKN tematik Infrastruktur PU (kerja sama Kementerian PU), dan KKN tematik Hukum.

Ia menuturkan mahasiswa KKN akan fokus pada sejumlah porgram sesuai dengan tematik masing-masing. Seperti pengembangan UMKM dan potensi lokal di desa.

“Kemudian bagaimana membantu pemerintah desa untuk program strategisnya,” sebutnya.

Ia pun berharap, mahasiswa KKN ini bisa memberikan hal-hal positif kepada masyarakat. Selain itu, ia mengingatkan agar berhati-hati, utamanya bagi mahasiswa yang berposko di daerah pegunungan.

“Karena adik-adik generasi Z yang biasanya mencari spot-spot untuk media sosial dan itu yang kadang mereka luput dengan keamanan dirinya. Jadi, kami himbau mereka untuk jangan terlalu kemudian menyentuh wilayah-wilayah rawan,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam menyebutkan salah satu wilayah yang perlu diwaspadai mahasiswa KKN adalah pegunungan Kecamatan Tompobulu.

Diketahui sejumlah insiden pengunjung tenggelam terjadi beberapa kali di lokasi ini. Seperti, peristiwa Muhammad Aril (22), pemuda asal Makassar yang dilaporkan tenggelam di Sungai Mangngampa Desa Bonto Somba Kecamatan Tompobulu pada 10 Oktober 2025.

Selanjutnya dua mahasiswa yang terseret arus Sungai Kalimborang Dusun Bahagia Desa Bontomanurung Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, pada 30 Maret 2026.

“Ada beberapa lokasi yang cantik namun perlu berhati-hati saat ke sana, Misalnya di Tompobulu, kemudian di Camba, Cenrana, Mallawa, kita harapkan kepada KKN tetap menjaga keselamatan buat teman-teman KKN,” sebutnya.

Meski demikian ia mengaku menyambut gembira kedatangan mahasiswa KKN Unhas. Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN akan turut memeriahkan kegiatan bulan kemerderkaan mendatang.

“Ini juga kebahagiaan masyarakat kita karena ada anak-anak KKN hadir di desa dan kelurahan sampai tanggal 17. Jadi bisa ikut memeriahkan kegiatan-kegiatan 17-an yang ada di desa dan kelurahan,” sebutnya. (**)

DPRD Kabupaten Maros

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *