BRIN Ungkap Lukisan Gua di Maros Berumur 51 Ribu Tahun

BERITA, NASIONAL311 Dilihat

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa kawasan Maros dan sekitarnya sudah dihuni oleh manusia dengan peradaban seni yang tinggi.

Tim Peneliti dari BRIN bekerja sama dengan Griffith University Australia dan Southern Cross University Australia menemukan lukisan gua atau gambar cadas tertua di Indonesia, yang setidaknya berusia 51.200 tahun.

Lukisan gua atau gambar cadas yang terdiri atas sejumlah gambar ilustrasi orang, anoa, dan babi tersebut ditemukan di gua kapur yang terletak di Leang Karampuang Maros-Pangkep.

“Penemuan ini merupakan seni cadas pertama di Indonesia yang umurnya melampaui 50.000 tahun,” kata Ketua Tim Penelitian dari BRIN, Adhi Agus Oktaviana di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia menilai penemuan ini memiliki implikasi penting terkait pemahaman mengenai asal-usul seni paling awal.

Ia menjelaskan adanya gambar anoa dan manusia yang lebih banyak mengindikasikan adanya upaya orang di zaman dahulu untuk mengomunikasikan pesan bahwa pada masa itu anoa cukup berbahaya, sehingga orang pada zaman itu harus bersama-sama dalam memburu anoa.

Meskipun ada pendapat lain yang mengindikasikan gambar tersebut memiliki makna spiritual tertentu.

Ia menyebut penemuan timnya ini mengindikasikan bahwa lukisan gua yang bersifat naratif merupakan bagian penting dalam budaya seni manusia awal Indonesia pada masa itu.

Bupati Maros Chaidir Syam menyambut gembira temuan terbaru pertanggalan lukisan purba di gua-gua prasejarah di daerahnya. Ia pun berharap agar situs-situs prasejarah di Maros harus tetap dijaga.

Ia menyampaikan, lukisan gua di daerahnya menjadi bukti bagaimana kemampuan awal leluhur manusia Sulawesi.

“Karena itu lokasi penemuannya, yakni berupa gua karst, amat penting dijaga dan dirawat agar generasi yang akan datang tetap bisa melihat,” ujarnya.

Dengan potensi gua-gua yang dihuni manusia cerdas sejak masa prasejarah itu, Ia menilai daerahnya bisa menjadi pusat studi prasejarah.

“Kabupaten Maros ini bisa jadi kota suci prasejarah di Indonesia,” katanya. (**)

DPRD Kabupaten Maros

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *