Warga Moncongloe Maros Keluhkan Truk Material Kerap Ugal-Ugalan

BERITA, PERISTIWA217 Dilihat

Warga Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros mengeluhkan aktivitas truk tambang pengangkut material tanah.

Truk-truk tersebut kerap melintas saat warga memulai rutinitas pagi seperti mengantar anak sekolah ataupun berangkat kerja.

Seorang warga Moncongloe, Azizul menyebut truk sering melintas secara beriringan.

“Kadang tiga sampai lima truk lewat bersamaan. Mereka seperti penguasa jalan,” katanya, Jumat 25 Juli 2025.

Azizul menilai sopir truk kerap ugal-ugalan saat berkendara. Ia cemas suatu saat terjadi kecelakaan.

Warga lainnya, Diana, mengeluhkan debu tebal akibat truk tanpa penutup.

“Debunya luar biasa. Kena rumah, warung, bahkan sampai ke dalam,” kata Diana.

Saat musim hujan, lanjutnya, material tanah kerap tumpah di jalan karena truk kelebihan muatan.

“Saat basah, tanah jadi lumpur dan bikin jalan licin,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Perhubungan Maros Muhammad Darwis mengatakan sudah menerima laporan dari warga.

Pihaknya akan berkunjung ke lokasi penambangan.

“Kami akan beri sosialisasi ke sopir truk di daerah Moncongloe,” ujar Muhammad Darwis dikonfirmasi via telepon.

Ia menyebut jam operasional truk tambang sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) yakni pukul 08.00-17.00 Wita. Jika truk melintas sebelum jam itu, bisa dianggap pelanggaran.

“Sanksi tegas bisa diberikan oleh pihak Satlantas,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Kepolisian Resor (Polres) Maros Iptu Muhammad Arfah mengatakan, sopir wajib pakai penutup bak truk.

“Kalau masih ada truk yang tak pakai terpal, akan kami tindak dengan tilang,” tegas Muhammad Arfah.

Ia menambahkan, sosialisasi lanjutan akan digelar usai Operasi Patuh.

“Setelah operasi, kami langsung turun ke lokasi tambang,” imbuhnya. (**)

DPRD Kabupaten Maros

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *