Pemkab Maros Belum Temukan Solusi untuk 4 Pasar yang Terbengkalai

BERITA, EKONOMI282 Dilihat

Empat pasar rakyat di Kabupaten Maros kini terbengkalai. Tidak ada aktivitas jual beli dalam beberapa tahun terakhir.

Keempat pasar tersebut berada di Benteng Gajah, Marusu, Kacincing (Cenrana), dan Pasar Maros Baru yang pernah diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Kopumdag) Maros, Agustam, mengakui pihaknya masih belum menemukan formula yang tepat untuk menghidupkan kembali pasar-pasar tersebut.

“Kita carikan solusi, sampai sekarang belum ketemu,” kata Agustam, Minggu (25/5/2025).

Menurutnya, pemerintah telah berupaya mendorong pedagang menempati kios yang tersedia, namun minatnya sangat rendah karena sepinya pengunjung.

“Pedagang enggan masuk karena pasar sepi,” akunya.

Agustam, juga mantan Kepala Dinas Pertanian, menyebut berbagai upaya telah dilakukan, termasuk menggelar pasar malam di Marusu.

Meski sempat ramai, tidak berdampak terhadap aktivitas harian pasar.

“Saat pasar malam, pengunjung banyak. Tapi setelah itu pedagang tetap tidak menetap,” ujarnya.

Pemkab juga pernah mencoba mengalihfungsikan Pasar Maros Baru menjadi pasar hobi, namun gagal karena kurangnya minat dari pelaku usaha.

“Kita hendak mengembangkan menjadi pasar hobi, namun peminatnya sangat minim. Selain itu juga butuh penataan dan penyesuaian,” imbuhnya.

Alternatif lainnya, pemerintah sempat berencana menjadikan pasar tersebut sebagai Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Namun, lokasi pasar yang berada di seberang sungai dinilai menyulitkan akses.

Persoalan ini juga disorot Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros dalam rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2024.

DPRD Maros meminta agar pasar-pasar tidak produktif segera diaktifkan kembali. (**)

DPRD Kabupaten Maros

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *