Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Baji Pamai Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros menggelar Pelatihan Kader Posyandu.
Ketua TP KK Kelurahan Baji Pamai, Jumriani SKM mengatakan pelatihan kader ini diikuti 30 kader Posyandu dengan dibekali materi Manajemen Pengelolaan Posyandu.
Pelatihan ini merupakan upaya dalam mengedukasi para kader Posyandu terkait tugas pokok dan skill dasar.
“Kader Posyandu memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Dalam melaksanakan perannya, seorang kader perlu memiliki berbagai keterampilan dasar. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Camat Maros Baru pada Rabu 7 Mei 2025 lalu,” ungkapnya, Kamis 15 Mei 2025.
Sementara, Lurah Baji Pamai M Ilham H menyampaikan bahwa pelatihan kader Posyandu yang dilaksanakan oleh TP PKK Kelurahan Baji Pamai ini sebagai upaya meningkatkan kemampuan serta pengetahuan para kader dalam memberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien di Posyandu.
Sehingga dapat memperkuat kapasitas dan meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu.
“Saya berharap kepada para kader manfaatkan kesempatan ini untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Posyandu,” ujarnya.
Pemateri dari Puskesmas Maros Baru, Syamsiah mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan kader Posyandu yang diselenggarakan oleh TP PKK Kelurahan Baji Pamai ini karena kader Posyandu merupakan ujung tombak peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Terlebih karena saat ini pemerintah memprogramkan Posyandu ILP, yang menyediakan layanan kesehatan untuk masyarakat dan melayani seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi hingga lansia.
Ia berharap agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh nantinya selama pelatihan dapat diimplementasikan dengan baik di lingkungan sekitarnya, bukan hanya untuk meningkatkan layanan di Posyandu tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat yang lebih luas.
Ia juga menerangkan bahwa kompetensi dasar kader Posyandu, termasuk Posyandu ILP dibagi menjadi lima kelompok yaitu, pengelolaan posyandu, bayi dan balita, ibu hamil dan menyusui, usia sekolah dan remaja, usia produktif dan lansia.
Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu ILP diantaranya edukasi cegah stunting, skrining kesehatan terpadu, pemeriksaan kesehatan, kampanye germas hidup sehat, konsultasi kesehatan, dan pemberian makanan tambahan.
Menurutnya, semua pelayanan membutuhkan standar terlebih Posyandu ILP ini menangani seluruh siklus kehidupan sehingga keterampilan kader-kader kesehatan perlu ditingkatkan lagi. Dengan harapan, pelayanan kesehatan semakin baik dan derajat kesehatan masyarakat pun akan terus meningkat.
Terkait keterampilan dasar kader Posyandu, ia menjelaskan dibagi ke dalam beberapa kategori yang mencakup pengelolaan posyandu, layanan untuk bayi, balita, ibu hamil, remaja, hingga lansia.
Keterampilan ini dirancang untuk memastikan kader posyandu dapat memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan relevan untuk setiap kelompok usia dalam masyarakat, serta mendukung program kesehatan nasional.
Untuk diketahui, berikut 5 skill dasar yang harus dikuasai kader Posyandu
Terdapat lima aspek keterampilan dasar kader Posyandu yang didasarkan pada siklus hidup manusia. Aspek tersebut memiliki berbagai poin kecakapan yang harus dikuasai kader. Aspek tersebut ialah:
1. Keterampilan Dasar Pengelolaan Posyandu
- Menjelaskan paket layanan posyandu untuk seluruh siklus hidup
- Melakukan pencatatan dan pelaporan
- Melakukan kunjungan rumah
- Melakukan komunikasi efektif
2. Keterampilan Dasar Bayi dan Balita
- Menjelaskan penggunaan buku KIA bagian balita
- Melakukan penyuluhan ASI eksklusif dan MP ASI kaya protein hewani sesuai umur
- Melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran panjang atau tinggi badan, lingkar kepala, dan lengan atas
- Menjelaskan hasil pengukuran berat dan tinggi badan normal atau kurang serta tindak lanjutnya
- Menjelaskan stimulasi perkembangan, manfaat vitamin A, dan konsumsi obat cacing sesuai umur
- Menjelaskan layanan imunisasi rutin lengkap dan PD3I (Hepatitis, Difteri, Campak, Rubela, Diare)
- Menjelaskan pemantauan tanda bahaya bayi dan balita
3. Keterampilan Dasar Ibu Hamil dan Menyusui
- Menjelaskan penggunaan Buku KIA bagian ibu hamil dan nifas
- Melakukan penyuluhan Isi Piringku ibu hamil dan ibu menyusui
- Menjelaskan pemeriksaan ibu hamil dan ibu nifas
- Menjelaskan bahwa ibu hamil perlu memantau berat badan, lingkar lengan, dan tekanan darah dengan kurva buku KIA
- Menjelaskan anjuran minum TTD (Tablet Tambah Darah) setiap hari selama hamil
- Menjelaskan pemantauan tanda bahaya ibu hamil dan ibu nifas
4. Keterampilan Dasar Usia Sekolah dan Usia Remaja
- Melakukan penyuluhan Isi Piringku dan aktivitas fisik
- Menjelaskan program pencegahan anemia (TTD dan skrining Hb remaja putri)
- Melakukan penyuluhan bahaya merokok dan NAPZA, dan kehamilan remaja
5. Keterampilan Dasar Usia Dewasa dan Lansia
- Melakukan penyuluhan Germas (Isi Piringku, aktivitas fisik dan cek kesehatan)
- Menjelaskan penyakit terbanyak (obesitas, hipertensi, diabetes, stroke, kanker, penyakit paru obstruktif kronis/PPOK, TBC, diare, kesehatan jiwa, geriatri)
- Melakukan deteksi dini usia dewasa dan lansia dengan pengukuran lingkar perut dan tekanan darah (obesitas, hipertensi)
- Melakukan deteksi dini usia dewasa dan lansia dengan kuesioner (PPOK, TBC, kesehatan jiwa, geriatri dan diabetes).







