BERITAMAROS.MY.ID – Bupati Maros, Chaidir Syam, mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Hal ini menyusul kualitas udara di Kabupaten Maros, yang kembali memburuk beberapa hari terakhir.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros juga akan mengeluarkan surat edaran terkait penggunaan masker saat berada di luar ruangan.
“Kita sudah mengimbau masyarakat yang berada di luar rumah untuk menggunakan masker karena kualitas udara sedang memburuk,” ujarnya, Ahad 11 Oktober 2026.
Ia meminta masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan hingga kualitas udara kembali membaik.
Berdasarkan pemantauan menggunakan alat pengukur PM2,5, kualitas udara di Maros masih berada dalam kondisi tidak sehat hingga Ahad 11 Oktober 2026.
Kondisi tersebut kembali memburuk sejak Jumat 9 Oktober 2026.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sulsel, Syamsul Bahri, menjelaskan, memburuknya kualitas udara di wilayah Sulawesi Selatan dipengaruhi asap kebakaran yang terjadi di Papua Selatan.
Ia menyebut, asap kebakaran dapat terbawa angin hingga mencapai wilayah Sulawesi Selatan dan memengaruhi kualitas udara.
“Kebakaran di Papua Selatan itu memengaruhi kualitas udara di Sulsel. Khususnya di Maros kemarin, Makassar, kita bisa lihat ada seperti kabut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kabut yang terlihat di sejumlah wilayah tersebut merupakan haze atau kabut asap.
Ia mengatakan, potensi penurunan kualitas udara masih ada apabila sumber asap tetap tersedia dan didukung kondisi atmosfer yang memungkinkan asap terbawa ke wilayah Sulawesi Selatan.
“Potensinya ada, dengan tanda kutip. Misalnya sumber asapnya ada, kemudian didukung oleh kondisi atmosfer juga atau angin timuran, kemungkinan itu ada,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Maros, Muhammad Yunus, meminta masyarakat, terutama kelompok rentan, mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk.
Kelompok rentan tersebut perlu lebih berhati-hati terhadap paparan polusi udara.
Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker.
Mantan Kepala Puskesmas Bantimurung itu menjelaskan, buruknya kualitas udara berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan sistem pernapasan.
“Dampak yang perlu diwaspadai di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, hingga pneumonia,” ujarnya.
Ia mengatakan, masyarakat perlu melakukan langkah pencegahan agar risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap dapat dikurangi.
Selain mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak minum air putih serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Dari sisi pelayanan, Dinkes Maros memastikan fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas, siap melayani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.
“Faskes akan selalu siap untuk membantu jika ada warga yang terpapar akibat kabut asap ini. Tapi biar begitu, tentu saja pencegahan tetap menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan. Makanya kami minta warga kembali lagi ketat penggunaan maskernya, dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujarnya. (**)







