Penyebab Adu Jotos Pengendara dan Operator SPBU di Maros

Dipicu Emak-emak Serobot Antrean

BERITA, PERISTIWA213 Dilihat

BERITAMAROS.MY.ID — Antrean panjang Pertalite di SPBU Bentengnge Kecamatan Mandai Kabupaten Maros, berujung perkelahian antara seorang pengendara dan operator SPBU, pada Jumat  malam 11 September 2026.

Keributan terjadi ketika antrean kendaraan sedang mengular di area SPBU.

Seorang pengendara disebut menerobos antrean sebelum terlibat cekcok dengan operator yang sedang melayani pengisian BBM.

Berdasarkan video amatir yang beredar, cekcok kemudian berkembang menjadi aksi saling pukul antara pengendara dan operator SPBU.

Bhabinkamtibmas Bentengnge, Bripka A Rais, menyebut keributan bermula dari miskomunikasi terkait antrean dan permintaan pengisian BBM.

Awalnya, seorang ibu rumah tangga diduga menerobos antrean kendaraan yang sedang mengular di SPBU.

“Awalnya ada miskomunikasi antara pengendara yang ingin dilayani dan pihak SPBU,” katanya.

Pengendara juga meminta Pertalite tidak hanya diisikan ke sepeda motor, tetapi juga ke galon yang dibawanya.

Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi keributan setelah operator menegur pengendara terkait antrean.

“Diawali dengan penyerobotan yang dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga. Ibu itu juga ingin dilayani pengisian berupa galon untuk BBM Pertalite,” katanya.

Polisi masih menyelidiki pihak yang diduga melakukan penyerangan terhadap operator SPBU tersebut.

Antrean BBM Makin Panjang di Maros

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, semakin panjang dalam beberapa hari terakhir.

Antrean didominasi kendaraan yang hendak mendapatkan BBM subsidi jenis Pertalite dan solar. Di sejumlah titik, kendaraan bahkan mengular hingga menggunakan sisi badan jalan.

Kapolres Maros AKBP Devi Sujana menyebut salah satu faktor yang membuat BBM lebih cepat terserap adalah panic buying.

Kepanikan muncul setelah beredar informasi mengenai kelangkaan maupun pengurangan kuota BBM.

Akibat informasi tersebut, masyarakat yang sebenarnya belum membutuhkan BBM ikut mengisi tangki kendaraan hingga penuh karena khawatir stok habis.

“Jadi masyarakat yang sebelumnya belum membutuhkan BBM ikut mengisi tangki hingga penuh karena khawatir stok habis,” katanya, Jumat  11 Septeber 2026.

Kondisi itu semakin terasa di Maros karena wilayah tersebut merupakan salah satu jalur perlintasan kendaraan, termasuk kendaraan yang melakukan perjalanan jarak jauh.

Pengendara yang melintas dari luar daerah cenderung mengisi BBM hingga penuh sebelum melanjutkan perjalanan.

“Otomatis ketika mereka melakukan perjalanan ke luar kota, di sini teman-teman ini ngisi full,” ujarnya.

Pola pembelian tersebut membuat stok BBM di sejumlah SPBU lebih cepat terserap sehingga antrean semakin panjang, terutama di SPBU yang menjadi titik pengisian kendaraan berat.

Polisi Tempatkan Personel di SPBU

Meski sejumlah SPBU dilaporkan mengalami kekosongan Pertalite, Devi menyebut kondisi stok BBM secara umum masih normal.

Polres Maros telah melakukan pemantauan dan pengamanan di sejumlah SPBU untuk mengantisipasi gangguan di lapangan.

Setiap SPBU minimal ditempatkan satu anggota kepolisian. Personel dapat ditambah jika kondisi antrean maupun situasi keamanan membutuhkan pengamanan lebih.

“Yang jelas anggota Polsek satu orang, nanti untuk Polantas pasti ada juga di sana,” katanya.

Namun, pengaturan antrean kendaraan berat menjadi persoalan tersendiri. Polisi tidak bisa begitu saja melarang truk mengantre di sekitar SPBU karena belum tersedia lokasi lain yang dapat digunakan sebagai tempat menunggu.

“Kalau kita larang benar-benar ngantre di sana sehingga tidak ada kemacetan, kasihan juga sopir-sopir itu, ngantrenya di mana nanti? Apalagi truk-truk itu kan besar-besar,” ujar Devi.

Karena itu, polisi meminta masyarakat tetap bersabar dan tidak mudah terpengaruh informasi mengenai pengurangan maupun kelangkaan BBM.

Di tengah antrean panjang, muncul pula dugaan adanya permainan dalam distribusi BBM. Namun, hingga Jumat 11 September 2026, Polres Maros mengaku belum menemukan indikasi praktik tersebut.

Meski demikian, polisi tetap membuka ruang penyelidikan apabila masyarakat memiliki informasi atau bukti yang mengarah pada dugaan praktik ilegal dalam distribusi BBM.

“Kita tindak lanjuti secara hukum,” tegasnya.

Pihak yang terbukti melakukan praktik ilegal terkait BBM akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (**)

DPRD Kabupaten Maros

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *